Tips Fotografi – Memotret Air Terjun

tips fotografi memotret air terjunMemotret air terjun selalu menantang karena arus air bergerak dengan cepat. Dengan demikian, memotret objek bergerak menjadi sebuah tantangan. Jika anda seorang pemula dan ingin mengambil foto air terjun,berikut adalah beberapa tips yang akan membantu Anda untuk memotret air terjun dengan mudah.

Tips Memotret Air Terjun ke 1 – Pilih kondisi cuaca yang tepat.
Air terjun banyak ditemukan di hutan hujan, atau di daerah berhutan lebat. Itu berarti aturan yang sama dari pencahayaan yang berlaku untuk fotografi di hutan hujan juga berlaku untuk foto air terjun. Anda akan mendapatkan foto terbaik dalam cuaca mendung. Tutupan awan menciptakan suasana, kontras pencahayaan yang rendah menghilangkan bercak kasar dari cahaya dan bayangan dari gambar air terjun. Sementara kita berada pada memahami pencahayaan; hindari penggunaan flash pada setiap situasi. Ini akan merusak suasana yang diciptakan oleh cahaya alami.

Anda juga harus mencoba untuk menghindari saat angin bertiup sedikit kencang. Jika Anda menggunakan shutter lambat (lihat tips ke-2), Anda tidak ingin pohon  sekitar yang tertiup angin akan mengaburkan latar belakang dalam foto Anda.

Tips Memotret Air Terjun ke 2 – Percobaan Dengan Shutter Speed dan Membawa Tripod.
Anda pasti telah melihat fotografer menciptakan efek lembut yang tipis dengan memotret air yang mengalir, teknik ini menggunakan kecepatan shutter sangat lambat. Ini adalah teknik yang populer dan memiliki dampak yang besar untuk beberapa foto. Namun, itu bukan satu-satunya metode yang Anda harus coba.

Beberapa foto bisa terlihat bagus, tetapi jika Anda memotret semua foto dengan cara ini akan membosankan dan berulang-ulang. Juga, efek tipis tidak sesuai dengan setiap tipe air terjun.  Cobalah kecepatan sekitar 30/sec atau 15/sec. Bereksperimen dengan kecepatan yang berbeda akan membuat Anda mendapatkan hasil terbaik pada akhirnya.

Terlepas dari semua efek tersebut, Anda harus selalu memiliki tripod untuk fotografi air terjun. Jika Anda berada di hutan pada hari berawan, tingkat cahaya akan sangat rendah. Suka atau tidak, Anda mungkin terpaksa harus menggunakan shutter speed yang sangat lambat.

Tips Memotret Air Terjun ke 3 – Jelajahi Hilir.
Ketika Anda tiba di lokasi, naluri pertama biasanya berdiri tepat di depan air terjun dan mengambil sudut paling mudah. Namun, hasil terbaik sering ditemukan ketika Anda menjelajahi hilir. Anda mungkin menemukan sudut dimana aliran air terjun mengarah kepada Anda, dengan air terjun utama sebagai latar belakang. Atau Anda mungkin dapat membingkai/frame air terjun melalui cabang-cabang pohon. Tidak ada akhir untuk segala kemungkinan; intinya adalah, tidak pernah ada hanya satu kesempatan untuk memotret air terjun, dan foto yang jelas tidak selalu yang terbaik.

Tips Memotret Air Terjun ke 4 – Pasang Lensa Wide-Angle Untuk Memotret.
Lensa wide angle atau sudut lebar sangat berguna untuk beberapa alasan. Pertama, memiliki ketajamanan fokus atau depth of field alami yang kuat. Jika Anda menggunakan shutter speed lambat untuk air, penting untuk menjaga seluruh foto agar tajam. Jika subjek utama Anda bergerak dan sekitarnya berada di luar fokus, hasilnya, foto Anda hanya akan menjadi foto blur yang besar, dan ini sangat tidak terlihat baik. Kedua, lensa wide angle sudut lebar memiliki sense atau rasa yang lebih dari perspektif.

Tips Memotret Air Terjun ke 5 – Biarkan Aliran Air Membentuk Komposisi Anda.
Setiap kali Anda menyusun foto, Anda menggunakan garis dan bentuk dalam gambar untuk membuat hasil terbaik. Arah gerakan air dapat menciptakan aliran visual yang kuat dalam foto Anda. Mata orang yang melihat secara alami akan mengikuti arah air, sehingga Anda harus menggunakan ini untuk membantu membentuk komposisi Anda. Jika Anda berdiri di hilir agar aliran air mengalir menuju kamera, Anda dapat membuat arah visual yang berbeda dalam komposisi, yang benar-benar akan menangkap dan memimpin mata orang yang melihatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *