Cara Memotret Komet

Cara Memotret KometPernahkah Anda terpikir tentang sebuah keinginan, seperti misalnya, memotret komet? Ini adalah sebuah keinginan yang cukup sulit, meskipun tidak berarti mustahil. Pada umumnya, fotografi yang berhubungan dengan kegiatan memotret objek/benda-benda langit disebut astrofotografi. Dalam terminology tersebut, seorang fotografer bekerja dengan cara memotret benda-benda langit seperti komet, bulan, galaksi, bintang-bintang, dan lain sebagainya. Kebanyakan orang yang telah berkecimpung di dunia astrofotografi menganggap kegiatan tersebut sebagai sesuatu yang menyenangkan dan memiliki pesonanya tersendiri.

Lalu, apakah Anda ingin memotret komet dengan kamera DSLR? Tentu sangat sulit. Perkaranya bukan hanya keterbatasan alat, melainkan juga diperlukan teknik khusus yang dibantu oleh peralatan pemotretan khusus yang tidak dijual dengan bebas. Misalnya yang terjadi beberapa saat yang lalu, ketika sebuah tim observasi benda-benda langit berhasil memotret komet Lulin dengan Kamera CCD SBIG STL6303/E yang dipadukan dengan teleskop GAO-ITB RTS (D=20.3 cm, F/10.0). Bagi fotografer biasa, alat tersebut tentu sulit untuk didapatkan sehingga hampir mustahil berpikiran untuk memotret komet dengan kamera CCD. Meskipun begitu, Anda tidak perlu berkecil hati, sebab Anda masih bisa memotret objek langit dengan memakai kamera DSLR biasa.

Berikut tipsnya:

  • Ketika ingin melakukan kegiatan astrofotografi, pastikan bahwa Anda memilih langit malam yang bebas polusi. Artinya pilihlah kondisi lingkungan di mana langit malam hari terbebas dari asap, kabut, awan, dan juga cahaya yang berasal dari lampu kota. Tepi pantai, pegunungan, atau desa tertentu merupakan spot terbaik untuk memotret objek langit.
  • Kamera harus mendukung mode bidik Manual. Setelah menset mode Manual, pakailah teknik long exposure dengan menetapkan bebera nilai terlebih dahulu: F 4.0, ISO 3200, landscape mode, exposure 30 detik, dan hasil gambar RAW.
  • Pastikan fokus lensa diarahkan kepada objek yang berjarak jauh. Namun jika Anda kesulitan mengambil fokus, pakailah mode fokus AF dan ubahlah exposure menjadi 10 detik, kemudian bidiklah objek tertentu (misal, cahaya lampu di kejauhan). Lihat hasil fotonya, dan jika sudah fokus, rubahlah ke mode manual (MF) dan kembalikan exposure dari 10 detik menjadi 30 detik.
  • Jika semua sudah siap, ingatlah selalu bahwa memotret objek langit selalu membutuhkan tripod. Pastikan kamera dan tripod terkunci dengan baik, dan pastikan bahwa tidak ada getaran sedikitpun ketika Anda mulai memotret.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *