Mengenal Cara Kerja F-Stop Pada Lensa Kamera

F-Stop adalah nomor panduan standar yang ditetapkan untuk ukuran aperture yang berbeda. Setiap lensa kamera memiliki nilai aperture yang berbeda, meskipun pada umumnya kisaran nilai bukaan f-stop pada rata-rata lensa SLR atau DSLR  tercantum seperti gambar di bawah ini.

 

f-stop pada lensa kamera

 

Juga harus dipahami bahwa ada hubungan terbalik, lebih tinggi nilai f-stop maka semakin KURANG cahaya yang masuk kamera, sebaliknya, nomor f-stop lebih rendah maka LEBIH BANYAK cahaya yang masuk kamera, seperti yang ditunjukkan di bawah ini. (Lingkaran biru mewakili ukuran pembukaan diafragma.)

 

BAGAIMANA F-STOP MEMPENGARUHI HASIL GAMBAR?

Dengan semua settingan dianggap sama (jumlah cahaya, shutter speed dan kepekaan chip atau ISO), eksposur akan berupah saat f-stop diatur ke angka yang lebih tinggi atau lebih rendah.

 

pengaturan f-stop pada lensa kamera
Gambar 1
pengaturan f-stop pada lensa kamera
Gambar 2
pengaturan f-stop pada lensa kamera
Gambar 3

Pada contoh gambar 1, ukuran bukaan f-8 memberikan eksposur yang ideal, mengingat tingkat tertentu kecerahan, shutter speed yang dipilih dan pengaturan ISO kamera.

Namun, pada gambar 2 menunjukkan bagaimana perubahan terlihat HANYA f-stop diatur pada angka yang lebih rendah (1,8), cahaya yang terlalu banyak melalui aperture, sehingga overexposure (terlalu terang).

Dan pada gambar ketiga, melihat bagaimana perubahan f-stop ke angka lebih tinggi (22), memungkinkan jauh lebih sedikit cahaya melewati bukaan yang kecil, sehingga underexposure (terlalu gelap).

Catatan : Perhatikan bahwa f-8 berhasil pada gambar tertentu karena faktor lain. Namun, ini bukan untuk settingan semua aperture pada setiap pemotretan, jumlah cahaya, shutter speed dan kepekaan cahaya kamera (ISO)  JUGA akan mempengaruhi eksposur. Dengan demikian, tidak ada settingan f-stop yang cocok untuk semua jenis pemotretan, tergantung situasi dimana kita akan mengambil gambar.

 

Hubungan terbalik berlaku untuk f-stop dan shutter speed.a

Bukaan (f-stop) dan shutter speed adalah dua cara yang paling umum dan penting dalam mengendalikan eksposur. Terlebih lagi, hubungan terbalik berlaku untuk kedua kontrol ini. Berikut adalah cara kerjanya:

Lebih tinggi nilai f-stop = Lebih sedikit cahaya masuk ke kamera
Lebih tinggi nilai shutter speed = Lebih sedikit cahaya masuk ke kamera

Lebih rendah nilai f-stop = Lebih banyak cahaya masuk ke kamera
Lebih rendah nilai shutter speed = Lebih banyak cahaya masuk ke kamera

Intinya adalah semakin tinggi nilai f-stop atau shutter speed di setting pada kamera maka jumlah cahaya yang masuk akan semakin sedikit. Sebaliknya, semakin rendah nilai f-stop atau shutter speed maka akan semakin banyak cahaya yang masuk.

(Visited 266 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Sebelum komen, buktikan bahwa anda manusia :)

Kepanjangan dari SMP